Kepoin bersama kepo yuks
Berita  

Kisah Aqsa Menantikan Orangtuanya Yang Kritiss Usai Kecelakaan Mawut Balikpapan, Akhirnya Meninggal Dunia.

Kisah Aqsa Menantikan Orangtuanya Yang Kritiss Usai Kecelakaan Mawut Balikpapan, Akhirnya Meninggal Dunia.
Kisah Aqsa Menantikan Orangtuanya Yang Kritiss Usai Kecelakaan Mawut Balikpapan, Akhirnya Meninggal Dunia.

tatapannya kosong. tangan kecilnya memegang mainan biru kecil. Sesuai dengan warna kemeja dan jean yang dikenakannya.

Dia Aqsa, anak laki-laki yang lahir April, bahkan 5 tahun yang lalu tidak mengharapkan pengalaman dari peristiwa yang mengerikan pagi ini.

Dia adalah salah satu korban dari kecelakaan Balikpapan di Muara Rapak, Balikpapan, Kalimantan adalah.

Foto Aqsa yang beredar di media sosial. Dalam informasi foto, saat kecelakaan, sudah terpasang di papan Daihatsu Ayla Kt 1887 NT. Mobil merah itu sekarang hancur setelah sebuah truk kontainer penuh dengan 20 ton membersihkan batu kapur, Jumat (21/1) pagi ini.

Anak ke-3 dari tiga saudara-saudara adalah luas untuk kehilangan orang tuanya.

Merdeka.com mencoba menelusuri kebenaran berita tersebut. Bibi korban bernama Jumi sudah siap untuk menceritakan kisah yang sebenarnya.

Jumi sekarang mengatakan orang tua Aqsa masih hidup. Yah, dia masih dalam kondisi kritis.

“Orang tuanya sangat penting,” kata Jumi di Merdeka.com.

Jumi, yang saat ini tinggal di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengklaim bahwa dia tidak bisa bicara terlalu banyak.

“Karena aku tidak di tangan,” katanya.

Namun, yang pasti, Jumi mendapat informasi bahwa pagi ini, Aqsa dan orangtuanya menuju rumah.

Tiga baru saja disampaikan tetangga mereka ke bandara. “Gadis itu mengatakan pagi ini pulang dari tetangga bandara dari bandara,” katanya.

Aqsa diambil oleh keluarga. Meskipun, memiliki trauma yang berpengalaman karena tabrakan terus menerus, ia tahu, tapi kondisinya berangsur-angsur pulih.

“Untuk aqsulillah nya, terima kasih Tuhan, aku berkata banyak. Situasi itu baik, “katanya, berharap kondisi Aqsa orang tua, korban meningkat Balikpapan kecelakaan.

Sebelumnya diberitakan, truk menabrak Tronon sejumlah kendaraan di Jalan Soekarno-Hatta, Rapak, Balikpapan, Kalimantan adalah, pada Jumat (1/21) pagi, menewaskan 5 orang. Grand Kendaraan dikenal memiliki kendaraan di lintasan 100 meter yang.

“Keadaan lampu merah. Trim saat jalan menurun, membobol dua roda dan mobil pada jarak sekitar 100 meter, “kata Direktur Lalu Lintas Komisaris Kepolisian Daerah Kalimantan Sonny Irawan kepada wartawan di Balikpapan, Jumat (21/1).

Hasil sementara dari TKP dipimpin oleh Kalimantan polisi regional, Trim Truck ditandatangani 5-6 mobil di depannya ketika kondisi pengereman yang blong di sekitar 6:15 sopir truk sekarang melekat Utara Balikpapan Mapolsek, tidak jauh dari tempat kejadian.

Polisi membantah kabar bahwa ada seorang bayi yang menjadi korban kecelakaan Balikpapan dan orang tuanya meninggal. Polisi mengkonfirmasi berita itu tidak benar alias hoax, yang adalah fakta nyata.

“Ada anak-anak, orang tuanya masih hidup. Ibunya selamat, ayahnya sangat penting, “kata Kapolres Balikpapan, AKP Retno Ariani ketika diminta untuk mengkonfirmasi Jumat (21/01/2022).

“Yang (berita bayi) dua Orangtuanya meninggal, yang bayinya tidak benar (hoax),” kata Retno Ariani.

Hal yang sama telah dikirimkan oleh Presiden BPBD Balikpapan Usman Ali. Dia meluruskan informasi yang baik adalah seorang anak selamat dari kecelakaan fatal, tetapi ayahnya kritis.

“Untuk berita bahwa orang tua dari anak yang tidak benar jika mereka mati, keduanya masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Jatiwiwoo Kanudjoso, Balikpapan,” kata Usman saat dimintai konfirmasi. Memisahkan.

Usman mengatakan anak itu dipasang pada sebuah minibus minibus dengan orang tuanya, kemudian terseret truk tronton kemudian di persimpangan Muara Rapak.

“Dari CCTV, korban dipimpin mobil Allya di jauh merah dan diseret oleh truk,” kata Usman.

“Dan akan keluarga korban sudah berada di rumah sakit,” katanya lagi.